Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

Padi
Katam
eproduk
Teknologi Budidaya Kedelai di Lahan Pasang Surut PDF Cetak E-mail
Oleh Aidi Noor   
Selasa, 18 Juni 2013 14:12

Lahan pasang surut yang luas mempunyai potensi yang besar untuk pengembangan tanaman pangan.  Lahan pasang surut tipe C (tidak terluapi air pasang, kedalaman air tanah < 50 cm dari permukaan tanah) mempunyai potensi untuk tanaman palawija seperti jagung dan kedelai. Walaupun lahan pasang surut mempunyai potensi yang besar sebagai sumber produksi  tanaman pangan,  namun produktivitasnya  masih rendah. Masalah kondisi biofisik lahan yang menyebabkan rendahnya tanaman pangan di  lahan ini disebabkan terutama karena rendahnya kesuburan tanah, yang dicirikan  oleh kahat hara, kemasaman yang tinggi, keracunan Al, Fe, H2S.

Kedelai pada umumnya diusahakan di lahan pasang surut tipe C atau D dengan pola tanam padi-kedelai atau  palawija lain, sedangkan pada lahan pasang surut tipe B petani mengusahakan kedelai menggunakan sistem surjan. Permasalahan pengembangan kedelai di lahan pasang surut adalah rendahnya pH tanah  dan tingginya unsur Aluminium yang dapat meracuni tanaman dan kelebihan air (genangan) terutama pada saat musim hujan atau curah hujan tinggi yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman. Teknologi pengelolaan air sistem drainase dangkal dengan kedalaman saluran  40-50  cm dan lebar 20-30 cm di sekeliling  lahan usahatani atau batas antara kepemilikan lahan dan saluran cacing (kemalir) sedalam 20-30 cm setiap jarak 5-10 m, serta sistem tabat di saluran tersier dapat mengatasi masalah kelebihan atau kekurangan air dan dapat mencegah terjadinya oksidasi pirit dan meningkatkan produktivitas tanaman.  Hasil-hasil penelitian sebelumnya dengan teknologi pengelolaan air, pemberian bahan amelioran, pemupukan dan varietas yang adaptif hasil kedelai di lahan pasang surut dapat mencapai > 2 t/ha.

Untuk melihat keragaan hasil kedelai di lahan pasang surut telah dilakukan pengkajian teknologi budidaya kedelai di lahan pasang surut tipe C di desa Simpang Jaya, kecamatan Wana Raya, kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan seluas 3 ha pada MK 2013 (tanam awal bulan Mei 2013).  Teknologi yang dikaji adalah pengeolaan air sistem drainase dangkal, penggunaan bahan amelioran kapur dolomit 0,5-2,0 t/ha, penggunaan varietas potensi hasil tinggi : Argomulyo, Anjasmoro, Burangrang dan Grobogan.  Jarak tanam kedelai 40 x 20 cm, 2 tanaman per lubang tanam, pupuk diberikan adalah Phonska 200 kg/ha dan SP-36 60 kg/ha.  Untuk mengurangi penggunaan pupuk dan meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk terutama N diberikan pupuk hayati penambat N menggunakan Agrizon.

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com